mengenang mu…
September 8th, 2008 by imeldachristian8 September 2008, tepat 3 tahun sejak laki laki tua yang baik itu pergi….kekecewaan terhadap diri sendiri seiring waktu pupus sudah…terima kasih buat Tuhan yang sudah mengangkat habis semua penyesalan dan rasa bersalah terhadap diri sendiri…
Mengingat seorang yang pernah begitu kita kasihi, mengasihi kita, namun kita menyadari juga bahwa ruang dan waktu sudah membuat jarak jadi sedemikian jauh, terkadang memang menyakitkan….tapi puji Tuhan…penghiburan selalu datang dari Tuhan yang maha baik….Terpujilah Tuhan….
“Good morning miss Imelda”…sesekali dia menyapaku dengan sebutan “formal”…namun hal yang paling sering membuatku tersenyum dan terkenang adalah panggilannya yang khusus,…dimana seumur hidupku, ayahku sendiripun belum pernah membuatku merasa sedemikian “special”…Hello there snow white….!!! Atau sesekali dia menyapaku “ good morning sweet heart “…just so special for me..
Pernah sekali waktu aku begitu penasaran apa alasan beliau menyebutku demikian…beliau hanya menjawab dengan senyum…sampai suatu waktu kepada seorang sahabatku yang juga sangat dekat dengan beliau, dia sampaikan demikian…”I have TWO daughters, the youngest is Celina (anak kandung beliau yang pada waktu itu berusia 4 tahun)..and the eldest is Imelda”……ahhh…terjawab sudah segala “kejanggalan” dari kebaikan sikapnya yang seringkali terlalu “lebih”selama itu…segala perhatian, kebaikan..yang seringkali juga membuat oranglain disekitarku bertanya tanya dan sempat berfikir yang tidak tidak tentang kedekatan yang terjadi antara kami sebagai boss dan sekretaris.
Suatu hari tepat di hari ulang tahunku yang ke 21 pada waktu itu, isteri dan anaknya datang membawa kejutan ke kantor lengkap dengan kue tart yang sedemikian besar hingga cukup dibagikan ke 60 orang..bahkan Celina membawa satu ikat mawar dan diberikan padaku seraya mengucapkan Happy birthday sister Imelda….untuk pertama kali dalam sejarah hidupku ada orang *keluarga* yang memperlakukan ulang tahunku sedemikian spesial…aku demikian terharu….
Akhir Tahun 2001,beliau dan keluarga kembali ke kantor Pusat, Bangkok, karena projek yang kami handle sudah selesai….hari terakhir didepan pintu kantor, beliau memelukku dan sahabatku sambil berpesan…take good care of your self, young lady…God bless you…beliau menangis…aku dan sahabatkupun menangis…kami seperti anak kecil yang akan ditinggal ayah kandung kami pergi….bahkan beliau memberi sejumlah uang dalam jumlah yang cukup besar sebagai berkat bagi kami berdua..
Meskipun jarak cukup jauh antara Bangkok-Batam, komunikasi antara aku, sahabatku dan beliau terus berjalan sangat baik melalui emai maupun telepon , sampai satu waktu aku kabarkan bahwa aku sudah menemukan orang yang tepat dan aku ingin menikah…surprise buatku..beliau ingin bertemu calon suamiku..pesannya di email…” I have business trip to Singapore next week, I will then catch morning ferry to Batam, I really want to see whether Christian is a good guy or not….pertemuan diatur, kami Lunch bersama sama di suatu Hotel berempat…Aku, beliau, Christian (suamiku), dan sahabatku. Lunch disudahi dengan jabat tangan yang erat antara beliau dengan suamiku diikuti satu pesan…you take good care of Imelda,..I know you are a good man…sambil menepuk nepuk bahu suamiku….
Terlalu banyak lagi hal hal istimewa yang lain yang beliau lakukan padaku dan keluargaku….terlalu panjang untuk diceritakan…buatku beliau seperti ayahku sendiri….
Dan kota Bangkok, adalah kota yang cukup akrab bagiku,…duluuuu..meskipun aku belum pernah kesini,…karena beliau seringkali dalam emailnya bercerita panjang lebar tentang segala aktifitas dan budaya dari bangsa ini. bahkan segenap pelosok dari negeri Gajah Putih ini sudah terasa akrab di telingaku…yang aku dengar dan baca baik dari telepon maupun email email beliau dulu…siapa sangka…Mr. John…sekarang aku dan keluargaku disini…Maya dan Celina disini…. Tuhan membawa kami kesini….
Mengingat semuanya…betapa Tuhan itu baik….lewat hidup orang lain…Tuhan sampaikan kasih itu kedalam hidupku….meskipun kini beliau sudah tidak ada…namun satu hal menjadi rhema dalam hidupku…Bahwa Tuhan selalu perduli, dan terkadang lewat hidup orang lain Tuhan menyatakan kasihNya atas hidup kita…kasih Bapa…yang dulu hampir kehilangan makna…